Get free health ebooks

Selasa, 15 Januari 2019

TEKNOLOGI HANDPHONE: SEJARAH DAN PERKEMBANGANYA


TEKNOLOGI HANDPHONE: SEJARAH DAN PERKEMBANGANYA

Handphone semakin menjamur dewasa ini seperti halnya dengan komputer atau laptop dan tablet, namun tidak banyak yang tahu tentang sejarah handphone dan perkembangannya. Baik dari anak kecil sampai dengan orang lanjut usia sekarang menggunakan handphone untuk berkomunikasi.


Handphone
Definisi Handphone

Handphone atau Telepon genggam, Telepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).


Sejarah Handphone

Dari banyak literatur Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang pekerja di pabrikan Motorola April 1973, walaupun sering disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.

Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Akhirnya sebuah handphone pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk membuatnya, Pabrikan Motorola membutuhkan biaya kurang lebih US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.

Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.

Perkembangan Handphone

Handphone Generasi awal

Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan teknologi radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.

Pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan "frequency modulated" (FM). Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.

Setelah mengeluarkan SCR536, kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.

Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.

Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.

Handphone Generasi 1

Telepon genggam generasi pertama disebut juga 1G. 1-G merupakan telepon genggam pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada public pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya.


Martin Cooper

Martin Cooper, yang menelepon petinggi Bel Labs yang merupakan rival utama dalam bisnis telekomunikasi di Amerika Serikat kala itu. Saat itu, Cooper dengan bangga menyebutkan bahwa komunikasi yang dia lakukan menggunakan sebuah handphone. Catatan penting pun muncul dalam sejarah handphone dunia di New York, Amerika Serikat. Handphone yang digunakan Cooper untuk melakukan panggilan kepada rival bisnisnya itu adalah Motorola DynaTAC (DYNamic Adaptive Total Area Coverage). Ini merupakan prototipe handphone yang dibuat oleh Motorola.

Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz- 894 Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena bersifat analog, maka sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakan keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna. Pada saat melakukan panggilan, mobilitas pengguna terbatas pada jangkauan area telpon genggam.

Handphone 1980-an
Selama satu dekade kemudian, Motorola lebih banyak berjibaku di laboratorium untuk menyempurnakan prototipe handphone buatan mereka. Hingga akhirnya pada 1983, sejarah handphone pun tercipta saat muncul Motorola DynaTAC 8000X. Ini merupakan handphone pertama yang dibuat secara komersial.

Motorola DynaTAC 8000X

Bentuknya masih cukup besar dan tebal, jika dibandingkan handphone generasi sekarang. Namun kemampuannya sudah jauh melebihi seri prototipe. Motorola DynaTAC 8000X punya baterai yang tahan selama 8 jam. Selain itu, beratnya pun hanya sekitar 28 ounce atau 793 gram saja. Masih cukup berat tapi tidak terlalu menjadi beban saat dibawa di dalam kantong. Namun, berhubung handphone saat itu masih termasuk benda yang langka, harga jualnya pun cukup fantastis. Saat pertama kali dilepas ke masyarakat, Motorola DynaTAC 8000X dijual dengan harga 4.000 dolar AS. Harga yang bisa disebut sangat mahal, bahkan oleh masyarakat Amerika Serikat sekalipun.

Riset Motorola pun terus berlanjut. Selang sekitar enam tahun kemudian, Motorola pun menciptakan sebuah handphone yang lebih user friendly. Ukurannya sudah jauh lebih kecil dengan bobot yang lebih ringan. Handphone ini diberi nama Motorola MicroTAC 9800X.

Motorola MicroTAC 9800X

Bentuknya sudah mulai mengadaptasi model flip yang kelak menjadi ciri khas handphone pabrikan ini. Sebuah antena berbahan plastik terlihat di handphone ini. Tapi ini lebih merupakan aksesoris tanpa fungsi alias sekadar pemanis tampilan. Bobot MicroTAC 9800X mencapai 300 gram. Sementara daya tahan baterainya hanya sekitar 30 menit saja. Namun sudah cukup menyenangkan bagi masyarakat saat itu karena tidak lagi harus membawa handphone berukuran besar dan berat di dalam tas mereka.

Handphone 1990-an
Dekade 1990-an bisa dibilang menjadi era perubahan model dan teknologi handphone. Hingga Motorola MicroTAC tercipta, sebuah handphone hanya bisa dipakai untuk menerima dan melakukan panggilan telepon.

Memasuki dasawarsa ketiga dalam sejarah handphone, perubahan teknologi handphone terjadi dengan begitu cepat. Bisa dibilang, akselerasi teknologi pada dekade ini meningkat berlipat ganda dibanding era sebelumnya.

Sejak 1992, handphone sudah mulai bisa mengirimkan pesan singkat alias SMS. Pertama kalinya ada SMS di dunia adalah saat ada ucapan Selamat Natal melalui jaringan Vodafone di Amerika Serikat.

Di era ini, tonggak smartphone mulai tertancap di dunia seluler. Adalah IBM Simon yang disebut-sebut sebagai smartphone paling pertama di dunia. Handphone ini bisa berfungsi sebagai telepon, pager, mesin fax, dan PDA (Personal Digital Assistant).

IBM Simon
Di era ini pula kejayaan Motorola dalam dunia seluler mulai disaingi Nokia. Sebuah perusahaan yang berada jauh di Finlandia. Namun, berani menghadirkan teknologi terbaru dengan desain yang lebih charming. Seperti saat merilis Nokia 7110. Ini merupakan handphone pertama yang sudah dilengkapi dengan teknologi WAP (Wireless Application Protocol). Sehingga memungkinkan setiap penggunanya melakukan browsing di internet.
Nokia 7110
Dan, yang paling fenomenal dari Nokia adalah saat meluncurkan seri 3210. Ini adalah handphone paling laris sepanjang sejarah. Tak kurang dari 160 juta Nokia 3210 yang terjual di seluruh dunia saat itu.

Nokia 3210
Indonesia pun menjadi konsumen paling banyak menggunakan seri handphone ini sehingga disebut sebagai “handphone sejuta umat”. Bahkan, bisa dibilang 8 dari 10 pengguna handphone di era ini pasti pernah memiliki Nokia 3210. Mungkin saja Anda salah satu penggunanya.

Handphone Generasi 2

Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.

Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.

Handphone 2000-an
Nokia boleh bangga pernah menciptakan handphone paling laris dalam sejarah dunia seluler. Namun, mereka harus mengakui jika Sharp-lah yang pertama kali menciptakan handphone dengan kamera. Handphone berkamera pertama di dunia adalah Sharp J-SH04 yang dirilis pada 2000.


Sharp J-SH04
Sejak itu, perkembangan dunia seluler pun makin cepat. Handphone tak lagi sekadar untuk menelepon atau mengirim pesan singkat. Sejumlah fitur canggih pun mulai disisipkan. Seperti saat Blackberry merilis seri 5810. Ini merupakan handphone yang terkoneksi ke data internet secara total. Artinya, fitur yang ada di handphone ini tidak akan berfungsi tanpa ada koneksi data.

Blackberry 5810

Motorola yang di era sebelumnya bersaing hebat dengan Nokia mulai sedikit bisa bernapas. Pasalnya, seri RAZR yang pertama kali dirilis pada 2004 sanggup menembus angka penjualan 50 juta buah pada pertengahan 2006.

Motorola RAZR

Di era ini, lahirlah seri iPhone buatan Apple yang legendaris. Handphone hasil karya Steve Jobs ini mengubah sudut pandang masyarakat yang selama ini terpaku dengan model ber-keypad standar. Apple menawarkan handphone dengan teknologi layar sentuh. Apple pula yang cepat tanggap dengan perkembangan di jalur koneksi data. Pada 2007, Apple merilis seri handphone yang bisa digunakan pada koneksi data 3G.

iPhone pertama

Perkembangan dalam kecepatan koneksi data ini juga yang ikut mengubah peta handphone dunia. Apple pun tetap teguh untuk selalu menggunakan sistem operasi buatan mereka sendiri yaitu iOS. Di era yang penuh dengan perkembangan koneksi data ini, ternyata pihak yang pertama merilis handphone dengan menggunakan sistem operasi Android justru HTC yang merilis seri Dream Slider pada 2008.

HTC Dream Slider

Kehadiran HTC Dream Slider ini memancing banyak produsen lain untuk membuat handphone yang mengandalkan OS Android.

Handphone Generasi 3

Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000.

Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile.

Handphone 2010-an
Memasuki dasawarsa kelima, dunia handphone sempat diguncang oleh demam Blackberry. Khususnya di Indonesia yang sempat menjadi pengguna terbanyak Blackberry di dunia setelah Amerika Serikat.

Beberapa model Blackberry

Indonesia pun kerap dijadikan acuan tingkat kesuksesan Blackberry baru saat dirilis ke pasaran. Karena itu, Indonesia sempat menjadi tempat launching seri terbaru dari Blackberry sebelum dijual ke berbagai negara di dunia.  Namun demikian, sejarah handphone pun mencatat jika Blackberry akhirnya tak mampu bersaing dengan handphone berbasis Android dan iOS. Setelah sekian lama bertahan dengan model “QWERTY”, Blackberry pun mengikuti selera masyarakat yang lebih doyan dengan model layar sentuh. Kecepatan akses data pun sudah mencapai level 4G. Dan lagi-lagi, handphone pertama yang mampu terkoneksi dalam akses data 4G ini adalah HTC.
HTC Evo, smartphone 4G pertama

Pabrikan asal Taiwan ini merilis seri HTC Evo yang merupakan smartphone pertama yang sudah sesuai dengan standar 4G. Teknologi yang diusung pun kian canggih. Kamera yang dulu hanya berkualitas di bawah 1 MP, kini rata-rata handphone sudah dilengkapi dengan kamera minimal 5 MP. Bahkan sudah banyak yang menggunakan kamera di atas 12 MP.

Contoh model handphone zaman sekarang

Kemampuan prosesor yang ditanamkan dalam handphone pun terus berkembang. Termasuk kapasitas memory dan ROM yang semakin besar. Seiring kebutuhan tempat menyimpan aplikasi yang semakin tinggi.

Handphone Generasi 4

Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain.

Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.

Fenomena Demam Blackberry
Selama 2008–2011, dunia sempat diguncang dengan “virus BB” (baca: BlackBerry). Menariknya, tidak hanya menyerang kalangan awam, bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun ikut terbius virus yang satu ini. Ia bahkan lebih mementingkan BB-nya daripada keamanannya saat menjabat menjadi presiden. Bukan tidak mungkin dahulu kamu menjadi salah satu orang yang terbius virus ini. Aplikasi BBM yang tersedia di perangkat ini memang membuat orang kecanduan chatting dengan teman atau pasangannya. Akibat fenomena ini, saham BlackBerry meningkat drastis hingga 28 triliun dolar. Ini adalah masa-masa kejayaan BlackBerry.

Salah satu handphone BB yang sempat booming waktu itu adalah seri Dakota. Handphone ini memadukan antara layar sentuh dengan keyboard QWERTY. Selain Dakota, juga ada BlackBerry Torch yang mengusung model slide.

Android dan iOS Jadi Wajah Baru
Sayangnya, fenomena demam BB hanya berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Ada perlawanan sengit dari dua kubu besar, yaitu Android dan iOS, yang kebanyakan mengusung layar touch screen tanpa keyboard.  Meski sempat mencoba bertahan dengan mengeluarkan seri BlackBerry 10 yang mengikuti gaya Android dan iOS, ternyata seri ini tidak terlalu laku di pasaran.

Pada 29 September 2016, BlackBerry secara resmi “akui” kekalahannya dengan berhenti memproduksi handphone. Kini, BlackBerry banting setir dan fokus pada pengembangan aplikasi lunak dan fitur keamanan pada handphone.
Selain itu, aplikasi chatting-nya, BBM, juga sudah bisa diinstal melalui perangkat Android maupun iOS.
Contoh model handphone zaman sekarang.

Sampai artikel ini ditulis, kondisi pasar handphone masih dikuasai Android dan iOS. Sementara sistem operasi Android digunakan secara luas oleh produsen-produsen handphone lain, Apple masih konsisten untuk menyediakan iOS secara ekslusif untuk iPhone dan iPad saja.

Penutup
Bagi sebagian besar orang, kebutuhan pokok bukan hanya sandang, pangan, dan papan. Handphone yang responsif dan kondusif juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kini handphone bukan lagi barang yang ekslusif, mewah, ataupun langka. Jika dahulu handphone hanya dimiliki segelintir orang berkantong tebal, sekarang, tukang sayur keliling pun sudah pintar menggunakan handphone untuk berinteraksi dengan komunitasnya.

Teknologi yang disematkan pada handphone juga makin canggih dan berkembang pesat. Kamu mungkin tahu bahwa iPhone X yang akan segera dirilis nanti sudah tidak lagi menggunakan fingerprint, namun Face ID yang cukup mengarahkan wajah ke layar untuk membuka handphone.


Referensi:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar