Get free health ebooks

Jumat, 25 Januari 2019

ILMU PENGETAHUAN GEOLOGI: SEJARAH DAN PERKEMBANGAN, SERTA APLIKASINYA


ILMU PENGETAHUAN GEOLOGI: SEJARAH DAN PERKEMBANGAN, SERTA APLIKASINYA

Pada awalnya, orang tertarik untuk mempelajari geologi hanya karena didorong oleh rasa keingin tahuan terhadap apa yang dilihat dan dirasakan disekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan dengan tersiratnya konsep-konsep terjadinya bumi di hampir semua budaya kuno dan dalam ajaran-ajaran agamanya. Proses-proses alam yang menakjubkan, seperti meletusnya gunung-api yang mengeluarkan bahan-bahan pijar dari dalam perut bumi, goncangan bumi yang menghancurkan segala yang ada dimuka bumi dsb, telah mendorong orang-orang untuk mencari jawabannya.

Ilmu Geologi itu sendiri sebenarnya dapat dikatakan baru dimulai pada sekitar tahun 500 hingga 300 tahun sebelum Masehi, yang didasarkan kepada fakta-fakta yang disusul dengan pemikiranpemikiran dan pernyataan-pernyataan yang diajukan oleh pakar-pakar filsafat Yunani dan geologi sejak itu berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan tentang Bumi. Dengan semakin majunya peradaban dimana banyak benda-benda kebutuhan manusia dibuat yang memerlukan bahan-bahan tambang seperti besi, tembaga, emas dan perak, kemudian juga batubara dan minyak bumi sebagai sumber energi, dan karena mereka ini harus diambil dari dalam bumi, maka Ilmu Geologi kemudian berkembang sebagai ilmu terapan, yang dalam hal ini berfungsi sebagai penuntun penting didalam eksplorasi.

Disamping itu geologi di jaman modern juga ternyata berkembang sebagai ilmu terapan didalam pembangunan teknik sipil dan pengembangan wilayah. Perencanaan dan pelaksanaan pembangunan terhadap bangunan-bangunan teknik sipil seperti waduk, bendung, terowongan, jembatan, jalan dan sebagainya, memerlukan data geologi, karena mereka ini harus dibangun diatas permukaan bumi. Dengan semakin meningkatnya penghunian bumi yang diikuti dengan penyediaan sarananya, maka lokasi hunian yang semula terletak didaerah-daerah yang mudah dijangkau dan sederhana tatanan geologinya, sekarang sudah meluas kewilayah-wilayah yang rumit dan memerlukan pengetahuan geologi yang lebih lengkap dan teliti didalam pembangunannya. Air yang merupakan salah satu unsur daripada bumi, menjadi kebutuhan kehidupan yang sangat vital baik untuk rumah tangga, pertanian maupun sebagai energi pembangkit listrik yang harus disediakan. Akhir-akhir ini masalah bencana akibat lingkungan mulai semakin mencuat ke permukaan, baik yang disebabkan oleh proses alam itu sendiri maupun yang disebabkan karena ulah manusia didalam membangun sarana dan memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti penggalian-penggalian bahan tambang dan bangunan, pengambilan air tanah, sumberdaya energi seperti batubara dan minyakbumi dan sebagainya yang dilakukan tanpa dilandasi oleh perhitungan keadaan geologi setempat. Pengetahuan geologi dalam hal ini menjadi penting didalam upaya untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya bencana lingkungan.

Sejarah dan Perkembangan Ilmu Geologi
Ilmu geologi tentunya sama seperti ilmu-ilmu lainnya yang dapat berkembang. Geologi sekarang sudah sangat berkembang berkat adanya perkembangan ilmu geologi dengan teknologi. Dimana perkembangan ilmu ini dapat memudahkan manusia untuk lebih mendalami tentang geologi itu sendiri dan tentunya memudahkan manusia dalam menerapkannya. Sebelumnya saya telah membuat Pengertian dan Prospek Kerja Geologi. Kali ini saya mau mesharingkan mengenai sejarah perkembangan ilmu geologi.


Aristoteles

Pada jaman dahulu kala, tepatnya 2300 tahun yang lalu, Bangsa Yunani telah membuat tulisan mengenai batu permata, gunungapi, fosil, dan gempabumi. Seorang filsuf terkenal bernama Aristoteles mengatakan bahwa batuan terbentuk hasil akibat dari pengaruh bintang-bintang dan gempa bumi yang terjadi karena meledaknya udara yang padat di bumi oleh adanya proses pemanasan oleh pusat api.

Bisa kita bayangkan suatu pusat api yang memanas lalu udara yang padat di bumi meledak sehingga mempengaruhi bintang-bintang dan gempa yang lalu membentuk batuan.

Keadaan bumi ini, termasuk material penyusunnya dan proses proses yang terjadi pada bumi telah menjadi objek studi beberapa abad lalu. Beberapa topik yang sangat menarik seperti fosil, batumulia, gempabumi dan aktivitas gunungapi telah dipelajari di Yunani lebih dari 2300 tahun lalu. Aristoteles merupakan filosof yang terkenal sering mengeluarkan pendapatnya yang berhubungan dengan bumi, meskipun pandangan pandangannya tentang bumi tidak Selalu didasari pada suatu observasi dan eksperimen. Pendapatnya tentang bumi kadang kadang hanya sekedar disampaikan walaupun tidak masuk akal, sehingga terkesan asal asalan.

Aristoteles percaya bahwa batuan yang menyusun bumi terbentuk dibawah pengaruh bintang bintang di langit dan gempabumi muncul pada saat udara terkumpul di dalam tanah dan dipanasi oleh sumber panas yang berasal dari pusat bumi. Kemudian dikeluarkan dengan ledakan yang dahsyat. Ketika dikonfrontasikan dengan fosil ikan yang dijumpai terdapat dalam batuan, Aristoteles mengatakan bahwa sejumlah basar ikan hidup tak bergerak di dalam bumi dan akan dijumpai jika dilakukan penggalian.

Walaupun penjelasan dan pandangan Aristoteles telah cukup memadai pada masa itu, untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang muncul mengenai keberadaan bumi kita ini, mereka. terus menerus mencoba untuk menjelaskannya selama berabad-abad dengan melakukan observasi dan percobaan. Hal ini dilakukan untuk menolak pandangan pandangan dari Aristoteles yang pada waktu itu banyak diantaranya sudah diterima oleh masyarakat, tetapi tidak bisa diterima dengan akal manusia.

Selanjutnya Frank D. Adams mengatakan dalam bukunya The Birth and Development of the Geological Sciences (New York; Dover, 1938) bahwa selama masa masa pertengahan, Aristoteles dihormati sebagai kepala dan pimpinan dari semua filosof di Yunani dan pendapatnya dalam bidang apapun, merupakan hasil akhir dan dijadikan sebagai hukum.

Selama abad 17 dan 18, doktrin katastrofisme sangat berpengaruh pada formulasi penjelasan tentang kedinamisan bumi. Katastrofisme merupakan suatu faham yang mempercayai bahwa bentuk permukaan bumi telah berkembang dengan pengaruh utama adalah katastrof yaitu pengrusakan yang hebat dan terjadi dengan tiba tiba. Kenampakan bentang alam seperti pegunungan dan lembah, yang saat ini diketahui proses pembentukannya membutuhkan waktu yang lama, dijelaskan dengan faham ini terbentuk sebagai akibat pengrusakan tiba tiba dan terus menerus.

Lahirnya Ilmu Geologi Modern
Akhir abad ke 18 merupakan awal dari lahirnya ihim geologi modem. James Hutton seorang dokter dan petani dari Skotlandia merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan ilmu geologi modem. la mempublikasikan teorinya tentang bumi dalam bukunya "Theory of the Earth". Dalam buku tersebut James Hutton memperkenalkan prinsip "Uniformitarianism" atau prinsip keragaman. Prinsip inilah yang kemudian merupakan konsep dasar dalam mempelajari ilmu geologi modem. Secara ringkas pada prinsip ini dikatakan bahwa hukum‑hukum fisika, kimia dan biologi yang berlangsung sekarang ini juga terjadi pada waktu lampau. Jadi tenaga dan proses‑proses yang terjadi pada bumi pada masa sekarang ini telah terjadi sejak lama sekali, yaitu sejak terbentuknya bumi ini. Jadi untuk mempelajari batuan yang terbentuk di masa lampau, kita harus memahami tentang proses‑proses yang terjadi di masa sekarang termasuk juga hasil atau akibat dari proses tersebut. Berdasarkan prinsip uniformitarism ini kemudian muncul prinsip yang berbunyi masa kini merupakan kunci masa lalu (The present is the key to the past).


James Hutton

"The present is the key to the past"
Yang memiliki arti kejadian ini yang terjadi pada saat ini, berlangsung juga pada masa lampau. Teori ini sering disebut sebagai teori Uniformitarianisme. Salah satu teori Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi yang sangat logis. Semua produk geologi saat ini merupakan hasil pada masa lalu.

Sebelum muncul teori tentang bumi yang dikemukakan oleh James Hutton, belum ada yang dapat membuktikan bahwa geologi berhubungan dengan periode waktu yang sangat panjang. Sebaliknya Hutton dapat menjelaskan dengan bukti nyata bahwa proses proses yang terjadi bagaimanapun lemah dan lambatnya. Apabila terjadi pada waktu. yang lama dapat menghasilkan suatu perubahan yang sama seperti yang dihasilkan oleh suatu proses yang dahsyat dan tiba tiba.


Pada tahun 1810, seorang berkebangsaan Perancis yang bernama Baron Georges Cuvier mempunyai teori katastrofisme. Bunyinya:

"Apa yang ada pada saat ini merupakan hasil dari bencana-bencana yang terjadi di masa lalu"

Pada masa lampau telah terjadi kepunahan baik itu flora dan fauna yang dikarenakan adanya bencana (catastroph) secara mendadak dan berlangsung di seluruh bumi. Bisa diperkirakan pada masa lampau mengalami banyak bencana alam. Teori ini merupakan salah satu Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi.

Meskipun James Hutton dapat dikatakan sebagai orang pertama yang mengemukaan prinsip dasar dalam ihnu geologi modern, tetapi karena teori ditulis dalam bahasa yang sulit dimengerti dan tidak dipublikasikan dengan luas, maka idenya tidak banyak diketahui oleh masyarakat pada waktu itu. Adalah seorang geologiawan Inggris, Charles Lyel, yang berjasa memperkenalkan dan menyebarluaskan prinsip dasar dalam ihnu geologi modem tersebut. Antara tahun 1830 sampai 1872, Lyel menghasilkan sebelas edisi buku Principles of Geology. Dalam buku tersebut, Lyel mengilustrasikan dengan baik konsep konsep kesamaan dari alam dengan waktu. Lyel juga memperlihatkan secara lebih meyakinkan bahwa proses-proses geologi yang dapat diamati sekarang dapat berlaku dan terjadi juga di masa yang lalu. Walaupun doktrin uniformitarianism pertama kali tidak dikemukakan oleh Lyel tetapi beliaulah yang berhasil memasyarakatkannya dengan luas. Penerimaan dari konsep dasar ini berarti penerimaan tentang sejarah yang panjang dari bumi kita ini. Walaupun prose proses yang terjadi pada bumi mempunyai intensitas yang sangat bervariasi, tetapi memerlukan waktu yang lama untuk membentuk atau merusakkan kenampakan utama dari bentang alampermukaan bumi.

Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil atau sisa organisme yang hidup lebih dari 15 juta tahun lalu, dijumpai pada puncak pegunungan yang tingginya 3000 meter di atas permukaan laut sekarang ini. Ini berarti bahwa pegunungan itu telah terangkat sekitar 3000 meter dalam waktu ± 15 juta tahun. Jadi rata rata peningkatan permukaan bumi tersebut hanya sekitar 0.2 milimeter setiap tahun. Sedangkan rata rata proses, erosi yang terjadi juga sangat kecil. Jadi memerlukan puluhan sampai jutaan tahun oleh alam untuk membentuk pegunungan dan meratakannya kembali. Tetapi biarpun waktu yang terus berjalan ini relatif pendek dalam sekala waktu geologi (sejarah bumi), dari rekaman yang terdapat dalam batuan yang menyusun bumi dapat terlihat bahwa bumi telah mengalami banyak siklus pembentukan pegunungan dan erosi.

Sangat penting  untuk diingat bahwa walaupun banyak kenampakan bantang alam fisik yang kelihatan seperti tidak mengalami perubahan dalam kurun waktu puluhan tahun, kita tetap mengamatinya, sebab bagaimanapun juga kesemuanya mengalami perubahan dalam sekala. waktu yang berbeda beda, ratusan, ribuan atau bahkan jutaan tahun.

Dengan memandang geologi dari segi kepentingan manusia menggunakan paradigm “Aku dan Kita” istilah dari Etzioni (1992) maka beberapa pengertian geologi perlu ditinjau kembali menggunakan suatu “Universal Key” (Hadiwidjoyo, 1976) bahwa masa kini bukan saja kunci masa lalu tetapi juga masa yang akan datang. Sebagai ilmu yang mempunyai dimensi konsep waktu dan ruang, memberikan ciri kkhas terhadap geologi, istilah evolusi didasari dimensi ruang dan waktu sebagai suatu perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan atas dasar itu pengetahuan geologi tidak hanya memperkenalkan bahan pembentuk kerak bumi sejalan dengan itu diperkenalkan proses-proses geologi.


Definisi Geologi
Istilah “Geology” berarti pelajaran tentang Bumi. Kata ini pertama kali digunakan oleh Richard de Bury (1473) sebagai nama lain untuk Ilmu Pengetahuan Bumi (Earthly Science), awalnya definisi geologi berarti merupakan ilmu pengetahuan alam untuk menjelaskan dan memecahkan berbagai masalah mengenai Bumi. Akan tetapi pada abad ke-20 berbagai disiplin ilmu berkembang menjadi spesialisasi yang didasarkan pada kesamaan objek kajiannya.

Atas dasar kesepakatan, Ilmu Pengetahuan Fisik (Physical Science) yang sebagian besar berkaitan lang-sung dengan Bumi, dikumpulkan dalam Ilmu Pengetahuan Bumi (Earth Sciences). Kumpulan ilmu pengetahuan ini terdiri atas 4 grup, yaitu Geologi, Geofisika, Oseanografi dan Meteorologi. Cabang-cabang ilmu dari setiap grup disajikan pada tabel mengacu pada The American Geological Institute’s Glossary of Geology and Related Sciences (Washington D.C. : The American Geological Institute, 1957).

Definisi geologi secara bebas yang biasa digunakan yaitu ilmu yang mem-pelajari bumi, meliputi cara terjadinya, proses dan sejarah yang berlangsung hingga saat ini, materi pembentuk Bumi, struktur atau bangun bumi, ben-tuk-bentuk permukaan dan prosesnya yang terjadi pada masa lalu, kini dan yang akan datang. Geologi juga mem-pelajari mahluk hidup yang pernah menghuni bumi sejak kelahirannya pa-da masa lampau hingga yang ada sam-pai sekarang.

berdasar-kan Tabel 1 ilmu-ilmu dasar yang me-rupakan cabang Geologi hanya 8, yaitu Geokimia, Geomorfologi, Mineralogi, Paleontologi, Petrologi, Sedimentologi, Stratigrafi dan Geologi Struktur. De-finisi menurut aslinya dari setiap ca-bang ilmu tersebut ditampilkan pada Tabel 2.

Tabel 1. Pembagian Ilmu Pengetahuan Bumi (Earth Sciences).


Tabel 2.Definisi berbagai cabang ilmu yang termasuk ke dalam Ilmu Pengetahuan Bumi (Earthi Sciences)


Aplikasi Geologi
Berkembangnya industri menye-babkan meningkatnya kebutuhan sum-ber daya alam, baik berupa energi se-perti batubara, minyak bumi dan gas, serta bahan dasar industri yang berasal dari hasil tambang. Kegiatan industri dan pertambang-an yang semakin besar, berdampak langsung terhadap kelestarian alam serta menurunkan kwalitas tanah, air, dan udara akibat limbah dan polusi.

Ilmu Pengetahuan Bumi (Earth Sciences) sangat menaruh perhatian terhadap semua masalah seperti itu, baik yang berkaitan dengan seluruh aspek fisik maupun biologi atau kehidupan. Sebagian besar para ahli geologi (geologist) bekerja dengan melakukan pencarian (eksplorasi) dan mengembangkan sumber daya alam dan energi. Sebagian lainnya berusaha untuk lebih memahami mengenai material bumi beserta proses-proses-nya sehingga pengetahuannya dapat disumbangan pada bidang-bidang yang berhubungan dengan kemasyarakatan (society) seperti teknik sipil, penye-diaan air, perencanaan tata ruang regi-onal, perencanaan dan pe-ngembangan tata kota dan daerah, serta segala per-masalahan tata guna lahan lainnya se-bagai akibat langsung dari pertumbuh-an penduduk. Aplikasi atau pemanfaatan penge-tahuan geologi untuk bidang kema-syarakatan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Sumber Daya Alam (Natural Resources)

  • Eksplorasi sumber daya alam meliputi bahan bakar, logam dan non logam, termasuk sum-ber daya alam primer mengenai energi serta bahan dasar logam untuk industri dan bangunan
  •  Evaluasi dan pengembangan sumber daya alam
  • Perencanaan dan pengembang-an sumber daya alam

2. Geologi Teknik (Geological Engineering). Penerapan penge-tahuan geologi untuk masalah-ma-salah teknik sipil, terutama fondasi bendungan, bangunan besar (ting-kat banyak), reaktor nuklir, tero-wongan, pembuatan jalan dan pembangunan di wilayah pantai.

3. Tata Guna Lahan (Land Use). Analisis kesesuaian untuk berbagai pengembangn terhadap macam-macam bentuk dan kondisi lahan (wilayah). Memberikan pertibngan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam (hazard), seperti gempabumi, letusan gunungapi, kestabilan lereng dan sejenisnya.

4. Pengembangan Sumber Daya Air (Water Recource Development). Analisis terhadap ketersediaan air tanah, yaitu berkaitan dengan sistem aliran, pencemaran sertaperubahan akibat pengaruh air sungai dan laut.

5. Aliran Sungai (Stream). Diperlukan pemahaman karakteristik dan pro-ses yang terjadi pada aliran sungai, hal ini berguna untuk mengontrol banjir, pencegahan polusi dan menghindari efek negatip akibat pembangunan pada alur sungai yang merubah bentuk dan arah alirannya.


Referensi:












2 komentar: